Sabtu, 22 April 2017

AKHIRNYAAAAA pt.1



AKHIRNYAAAAA

KEBAGIAN STREAMING (walaupun ngadet -_-)

AND YOON JISUNG BEING YOON JISUNG EVEN ON THE STAGE πŸ˜‚

HIS EXPRESSION IS 100+++++++ πŸ˜‚

dan waktu latihan itu ngeliatin tim yang ini ngakak sampe sakit perut πŸ˜‚

mana disatuin pula Yoon Jisung sama Kim Taemin, makin receh aja lah gue dedikit ketawa liat mereka latihan πŸ˜‚

tapi gak berani liat yang waktu latihan sama trainer, kasihan liatnya 😣

BUT THEIR GROUP PERFORMANCE IS REALLY GOOD, AND I CAN'T CHOOSE WHICH GROUP IS BETTER

BCS ALL OF THEM ARE MY BIASES, WHAT SHOULD I DO 😭😭

dua-duanya bagus terus gue harus dukung siapa 😭😭 syedih aing tuu 😒

Jumat, 21 April 2017

KOBAM pt.2



THE THUMBNAIL IS SO πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

EVERYONE!!! KANG DANIEL IS SHIRTLESS!!!

LAI GUANLIN AND YOO SEONHO IS LITERALLY A LITTLE CHICKS

SEONHO IS SERIOUS WHEN HE SAID THAT HE EATS 5 TIMES A DAY πŸ˜‚

AND GUANLIN LOOK LIKED HE BROUGHT EVERYTHING IN HIS BAG πŸ˜‚

Maklum lah ya, namanya masih masa pertumbuhan πŸ˜‚

KWON HYUNBIN IS SUCH A DORK! HE LOOKS REALLY HAPPY WHEN SOMEONE GIVE HIM FOOD
ps : the someone is Yoon Jisung, right?



PS : 30 minutes before the 3rd episode!
PSS : BTW, i'm kinda busy actually, but i always spare my times for these boys + svt, exo, nct, and HSR ( yes, i still can't move on -__-)

SABAR ;;;;A;;;;;


JAM 9 KENAPA LAMA SYEKALEEEE ;;;;;;;A;;;;;;;

I THINK I'M GOING TO STREAM PD 101 TONIGHT - bcs i think i can't wait 'till someone upload this episode

AND OF COURSE YOON JISUNG STILL CRACKED ME UP πŸ˜‚ HIS EXPRESSION IS SO FUNNY πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

AND YOON YONGBIN IS REALLY HANDSOMEπŸ’—
- he's the one who supposed to debut with exo, right?


PS :  I CAN'T BELIEVE THAT YOON JISUNG IS 27 😲 I THINK HE'S 23 ._.
PSS : i think i already remembered like half of the trainees, and all the trainees i remember is now my bias. Sorry Ong, but the other trainees is such a bias material 😁
PSSS : and now i have trouble in picking my top 11 trainees -__- I NEED ALL OF THEM TO DEBUT!!!
PSSSS: say goodbye to my bias list -___-

KOBAM pt.1



DEMI APAPUN GUE KOBAM NONTON MEREKA πŸ’—πŸ’—

I'VE BEEN WATCH IT LIKE THREE TIMES TODAY, AND LIKE 10 TIMES LAST WEEK

AND I ALWAYS CRACKED UP WHEN JINYOUNGIE SAYS 'JOO HAKNYEON' INSTEAD HIS OWN NAME πŸ˜‚πŸ˜‚

AND JOO HAKNYEON IS SUCH A BESTFRIEND MATERIAL πŸ’—  HE IS PROMOTING JINYOUNGIE TOO πŸ’—

GEMAAAAY YAALLAH DEDEK DEDEK INI TUUUU πŸ’—


PS : i think i'm going to upload (rd: share) some hidden box videos and their dorm life video tonight, sambil nungguin streamingan mulai kan yaa u,u

Minggu, 16 April 2017

Mencoba Move On(?) - ps : berujung curhat

kenapa kesannya kaya gue abis putus cinta gitu yak -_-



TAPI KU BENAR TIDA BISA MOVE ON ;;;A;;;
.
.
.
.
.
.
.
.
MOVE ON DARI HSR ;;;A;;;

PADAHAL PRODUCE 101 UDAH EPISODE KE 2

TAPI MASIH GAK BISA MOVE ON DARI ANAK-ANAK HSR 😭

PADAHAL BIAS AING DI PRODUCE UDAH BANYAK, BANYAK SEKALI

TAPI MALAH KANGEN ANAK-ANAK GANGSEO 😭

PADAHAL DI PD101 ADA JONGHYUN

TAPI MALAH KANGEN LIAT MARK 

- ya walaupun masih sering liat mark juga sih ._.

PADAHAL DI PD101 YANG GANTENG BANYAK

TAPI MALAH KEPIKIRAN ANAK HSR YANG UNYU-UNYU 😭

PADAHAL UDAH MABOK NAYANA

TAPI MASIH GAK BERANI NONTON PENAMPILAN HAMIN PAS FINAL😭

-ku masih takut nangis nonton itu -
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
DAN BERAKHIR NGEBAYANGIN GIMANA KALO MEREKA SEMUA SATU ACARA







HSR101








- abis itu ngakak jejungkiran -

tapi seriusan, gue ngakak masa ngebayangin kalo anak-anak HSR nari Me, It's Me, yang jadi centernya hongwon (soalnya hongwon juara 1) terus mark di belakang

- tambah ngakak jejungkiran -

terus gue ngebayangin kalo luda ketemu sama yoon jisung, official reaction man-nya HSR sama PD101 πŸ˜‚

intinya mah gue masih gak bisa move on -_-

salahkan HSR yang episodenya sedikit sekali -_-

kenapa gak dibikin jadi 11 episode kaya PD101

biar panjang gitu ._.

yang ada gue malah tambah susah move on -_-

kalo gak, MNET beneran bikin acara yang nyatuin mereka gitu ._.

kalo gak anak HSR dateng gitu ke training centernya, atau dateng ke stage mereka gitu ._.

^
^
^
^
abaikan aja itu, kepengenannya gue doang itu -_-


doain aja biar gue cepet move on dari anak-anak HSR lah ya, specially top7+gangseo, johny, jaemin, minwook, seohyun lah ya -_-

BTW, sekalian promosi bias baru gue deh heheheini

bengong aja ganteng yaallah 😭

ONG SEONGWOO πŸ’•

BTW ini baru satu, 

masih ada banyak lagi sampe gue bingung harus vote siapa - ya, walaupun emang ku tak bisa ngevote -_-

ada samuel, anak gue yang duluan pamer perut sebelum seventeen sempet bikin perut kotak-kotak

ada daehwi, si diva nyerempet-nyerempetnya PD101

ada lee woojin, anak kesayangan member pd101 yang lain

ada park woojin, yang gingsulnya mengalihkan duniaku 

ada  kang daniel, temen dempetnya seongwoo,

ada baejin kesayangan,

ada haknyeon, yang senyumnya allahuakbar manis sekali 

ada anak-anak kesayangan gue minki, minhyun, jonghyun, dongho, padahal jelas-jelas mudaan gue

ada yoon jisung, official reaction man-nya PD101

ada kim taemin, yang waktu evaluasi ulang malah bikin gue ngakak sampe sakit perut, 

ada mr. jang moonbok, yang rambutnya lebih bagus dari gue,

ada piyiknya gue, seonho, sama paketannya seonho, guanlin,

ada Justin, si unyu yang waktu video audisi sok pamer perut

ada hyungseob, yang semangatnya kalo disuruh nari girl group

ada yoon yongbin, yang hidungnya allahuakbar bagus sekali

ada official wink boynya PD101, pakjji - park Jihoon kesayangan,

ada temen dempetnya minhyun, Kwon hyunbin, yang badannya allahuakbar tinggi sekali

ada jungjung juga yang badannya 11-12 sama chengxiao lenturnya padahal dia cowok

ada euiwoong juga yang mukanya mengalihkan duniaku waktu nonton nayana

dan masih banyak lagi yang gue juga gak inget, kaya ha sungwoon yang ke dorm bawa segala macem sampe selimut panas - yang sampe dia dikatain kakek-kakek sama daewhi πŸ˜‚, bisa kelar bulan depan kalo gue list semua - ini aja udah kaya 1/4nya -_-


PS : bias banyak ngalahin apaan tau begini masih gak bisa move on juga yaallah -_-

Kamis, 09 Februari 2017

MY PERSONAL STYLIST

ceritanya, ini terinspirasi setelah nonton lipstick prince xD

--

Kim Seokwoo (SF9's Rowoon)
Jung Eunhyun (OC)
.
.
.
.
.
WARN!!
bahasa amburadul, menyebabkan kebaperan
--

Seorang gadis - Jung Eunhyun, terlihat sedang sibuk mencoba satu persatu baju yang ada di lemarinya. Sudah hampir seluruh isi lemarinya ia keluarkan namun ia masih belum menemukan baju yang sesuai dengan keinginannya. Ia menghela nafas setelah semua baju dari lemarinya telah menjadi tumpukkan di atas tempat tidurnya. Ia harus pergi ke pertunangan kakaknya, namun tidak satupun baju di lemarinya yang cocok.

Ia baru akan kembali mencari di tumpukan baju di tempat tidurnya saat ia mendengar seseorang membunyikan bell. Ia bergegas membukakan pintu apartemennya dan mendapati seorang laki-laki dengan tubuh cukup tinggi berdiri dihadapannya. Laki-laki itu mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam. Ia tersenyum pada gadis yang masih menggunakan pakaian tidur dihadapannya itu.

Laki-laki itu adalah Kim Seokwoo, kekasih Eunhyun selama kurang lebih dua tahun terakhir. Ia merupakan temannya semasa SMA sekaligus karyawan di kantor kakaknya.


" Kamu belum siap? Jangan bilang kamu juga belum mandi? acara pertunangan kak Jonghwan mulai dua jam lagi loh." ujar laki-laki itu saat keduanya berjalan masuk ke apartemen Eunhyun.

Gadis itu menggeleng. " aku udah mandi, tapi masih gak tau mau pake baju yang mana." balasnya.

" Pake yang mana aja. Lagipula ini acara kak Jonghwan sama kak Mina 'kan?."

Eunhyun memanyunkan bibirnya mendengar jawaban Seokwoo. " Terus aku gak boleh tampil cantik ke acara pertunangan kakakku? gitu maksudnya?."

Seokwoo yang melihat kekasihnya merajuk justru tertawa. " bukan begitu maksudku. Kamu itu udah cantik, jadi gak usah pake yang macam-macam."

Eunhyun merasakan pipinya memanas mendengar ucapan laki-laki yang berusia sebulan lebih muda darinya itu. " jangan kebanyakan main sama Taeyang. Kamu jadi ikutan banyak gombal 'kan jadinya." 

Laki-laki itu kembali tertawa. Ia mengambil baju paling atas di tumpukkan dan memberikannya pada Eunhyun. " pake ini aja. Kamu ganti sana. Aku tunggu sini. Nanti aku bantuin kamu dandan."

Gadis itu menatap sang kekasih ragu. " yakin pake yang ini? gak terlalu biasa?."

Seokwoo menggeleng. " Lagipula muka kamu udah ngelengkapin kok." ujarnya sebelum tertawa.

Eunhyun kembali bersemu. Ia memukul pelan lengan laki-laki yang sudah ia kenal sejak tujuh tahun yang lalu itu. " kamu beneran harus berhenti temenan sama Taeyang, Kim Seokwoo. virus ngegombalnya parah banget nularin kamu ternyata." ujarnya. " yaudah, jangan kemana-mana."


Sambil menunggu sang kekasih mengganti pakaiannya, Seokwoo memutuskan untuk membereskan baju-baju sang kekasih - karena ia yakin, baju-baju itu kemungkinan besar baru akan kembali masuk lemari dua hari. Ia menggantung baju-baju sang kekasih ke dalam lemari satu persatu dan melipat baju-baju yang lain - yang tidak muat di lemarinya. Seokwoo bahkan membereskan bantal dan selimut yang tergeletak di lantai.


" begini aja?."

Seokwoo mengalihkan perhatiannya pada gadis yang kini sudah berdiri didepan kamar mandi dengan dress hitam pendek tanpa lengan dengan sedikit aksen lace dibagian atas. Laki-laki itu mengangguk menjawab pertanyaan si gadis. " gak usah terlalu berlebihan. Gak cocok sama mukamu, Eun."

Eunhyun mendelik kesal. " jangan bilang mau gombal lagi? Lama-lama aku minta kak Taekwoon buat mindahin kamu biar gak satu tim sama Taeyang-Changgu."

Laki-laki itu tertawa. " gak, kok. Gak. Sini duduk." Ia mendudukkan Eunhyun di depan meja rias dan membongkar semua alat rias milik gadis itu.

" Kamu mau ngapain, Kim Seokwoo?." tanya Eunhyun bingung.

" bantuin kamu dandan. Emangnya apa lagi?." balas laki-laki berusia 25 tahun itu. " dan, demi apapun aku pacar kamu, Kim Eunhyun. Panggilnya bisa lebih manis?."

Eunhyun mendelik, namun sedetik kemudian ia menatap laki-laki ragu. " emang kamu bisa? Belajar dari mana?." ujarnya. " dan juga, namaku Jung Eunhyun. Jangan seenaknya ganti nama."

" Kak Seolhyun sering minta bantuanku kalo lagi buru-buru. Aku jadi lumayan bisa sekarang." balas Seokwoo tanpa mengalihkan perhatiannya dari alat rias di atas meja.

" Kok aku tetep ragu, ya?."

Seokwoo menatap gadis yang sempat menjadi teman sekelasnya semasa SMA itu. " aku justru ragu kalo kamu pake sendiri, Eun. Aku kenal kamu kaya gimana, dan kalo lagi buru-buru make up kamu hasilnya selalu berantakan."

Eunhyun mendelik, dalam hati ia mengiyakan ucapan kekasihnya itu. " yaudah. Cepetan. Aku gak mau telat."

" iya, iya, tuan putri."


Seokwoo dengan hati-hati mulai memoles wajah Eunhyun. Tangannya seperti sudah benar-benar terlatih mengaplikasikan riasan ke wajah seseorang. Ia sesekali tertawa saat melihat wajah kekasihnya memerah karena jarah wajah mereka yang sangat dekat. Ia mencubit hidung gadis itu, dan dibalas dengan dengusan kesal.


" gak usah cubit-cubit, ih." ujar Eunhyun.

" makanya muka kamu gak usah merah begitu. Percaya aja sama aku." balas si laki-laki.

" Kalo hasilnya jelek, aku pastiin kamu pulang babak belur."


Eunhyun itu tsundere, karena itu Seokwoo jadi suka sekali menggodanya. Menurutnya reaksi yang di tunjukkan kekasihnya itu lucu - ekspresi dan ucapannya selalu bertolak belakang.

Seokwoo kembali melanjutkan merias wajah Eunhyun dengan telaten, berusaha sebisa mungkin tidak mengecewakan kekasihnya. Sementara yang di rias terus memperhatikan wajah tampan sang kekasih yang jarang dapat ia lihat dalam jarak sedekat itu. Dalam hati ia bersyukur karena laki-laki tampan itu adalah kekasihnya.


" kamu mau pakai lipstick warna apa?."

Ucapan Seokwoo membuyarkan lamunan Eunhyun tentang laki-laki itu. Ia menatap laki-laki itu bingung. " Kenapa, Seokwoo-ya?."

" Aku tanya, kamu mau pakai lipstick warna apa?." Laki-laki itu menunjukkan dua buah lipstick padanya.

" Uh, dua-duanya bagus."

" Iya 'kan? gimana kalo aku campur warnanya aja?."

Eunhyun mengkerutkan dahinya. " bisa?."

Seokwoo tersenyum bangga. " Kak Seolhyun sering ngajarin. Biar kalo dia malas ada yang bisa disuruh katanya."

" yaudah, kalo kamu emang yakin."


Seokwoo mulai mengoleskan satu persatu lipstick itu ke punggung tangannya dan mencampurkan kedua warnanya. Ia menunjukkannya pada sang kekasih, namun gadis itu justru menatapnya tanpa ekspresi.


" gimana warnanya?." tanyanya.

" Bagus. jangan kelamaan ah, rambutku belum di apa-apain."

Seokwoo tertawa. " iya, tuan putri. perintah dilaksanakan."


Ia mulai mengoleskan lipstick itu ke bibir gadis di depannya. Tidak ada pembicaraan dan perdebatan apa-apa antara keduanya, hanya Seokwoo yang serius mengaplikasikan lipstick ke bibir sambil sesekali menatap mata kekasihnya, dan Eunhyun yang merona melihat ketampanan sang kekasih.


" aku tau aku ganteng, tapi kamu gak usah ngeliatin aku segitunya, Kim Eunhyun."

Eunhyun mendelik. " namaku masih Jung Eunhyun. Berhenti ganti-ganti nama orang, Kim Seokwoo."

" Tapi pasti akan jadi Kim Eunhyun, Eun." balas Seokwoo. " selesai. Rambut kamu biar aku yang tata sekalian. Mau di apain?."

" Di keriting aja. Masih ingat cara pakainya kan?."


Seokwoo hanya mengangguk dan mencari alat pengeriting rambut di laci meja rias Eunhyun. Ia memang hampir selalu membantu sang kekasih menata rambutnya, jadi ia sudah sangat familiar dengan segala alat penata rambut yang dimiliki Eunhyun. Begitu pula Eunhyun, ia tidak terlalu khawatir Seokwoo akan menghancurkan rambutnya.

Tidak butuh waktu lama hingga Seokwoo menyelesaikan tataan rambut Eunhyun. Ia bahkan memakaikan bando dengan hiasan bunga di kepala kekasihnya - yang tidak tau didapatkan dari mana.


" Bando dari mana? aku kayanya gak inget punya." tanya Eunhyun sambil merapihkan sedikit tatanan rambutnya.

" Punya kak Seolhyun ada di mobilku. Karena kak Seolhyun juga gak nyariin, aku bawa aja. Lagipula selama calon adik iparnya yang pakai, kak Seolhyun gak akan marah." balas Seokwoo sambil membereskan meja rias sang kekasih.

" bilangin terima kasih ke kak Seolhyun. Aku pinjam buat hari ini." ujar Eunhyun sambil memakai high heelsnya.

Seokwoo menutup laci meja dan mengambil kunci mobilnya di atas tempat tidur. " anggap aja punya kamu." Ia merapikan sedikit pakaiannya. " ayo. Kak Jonghwan bisa marahin aku kalo kamu telat ke acaranya dia."

.
.
.
.
.
.

Acara pertunangan Jonghwan dengan Mina berjalan lancar. Para tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat acara dan hanya meninggalkan kedua keluarga - dan juga Seokwoo. Eunhyun masih sibuk mengobrol dengan Mina dan Narae - istri Taekwoon, sementara Seokwoo sibuk membicarakan masalah pekerjaan dengan Taekwoon tidak jauh dari mereka.


" jadi ini semua kerjaan Seokwoo?." tanya Narae sambil meninabobokan Nayoon - anaknya dan Taekwoon.

" iya. Aku juga kaget. Kak Seolhyun beneran sering minta bantuan dia kayanya." balas Eunhyun.

" Termasuk rambut kamu? Kamu kok enak banget?."

Eunhyun tertawa mendengar pertanyaan Mina. " iya kak. Semuanya kerjaan dia. Dia yang milihin baju, ngedandanin, semuanya."

" kamu nyari yang kaya Seokwoo dimana sih? kok dapet aja? aku malah dapet yang alay kaya Jonghwan." Mina mengerucutkan bibirnya.

Eunhyun dan Narae tertawa. " Kamu baru tunangan sama Jonghwan, loh. Masa udah ngiri sama pacarnya adik ipar." ledek Narae.

" Alay alay begitu yang ngejar banyak loh kak." lanjut Eunhyun.

"  Tapi Mina bener loh, Eun. Kamu bisaan aja dapet yang kaya Seokwoo. Kamu jadi punya stylist pribadi. Taekwoon mana mau." balas Narae.

" Kan! Jonghwan lagi. Dia aja gak bisa bedain mana blush mana eyeshadow." ujar Mina.


Eunhyun hanya tertawa dan ketiganya kembali mengobrol - sampai Seokwoo menghampiri mereka dan mengajak Eunhyun untuk pulang (yang sebenarnya disuruh Taekwoon).


" Eun, ayo pulang."

Eunhyun mengangguk dan mengambil tasnya. " aku duluan ya kak. Takut Seokwoo gak dibolehin masuk rumah sama mamanya." ujar gadis itu pada Narae dan Mina.

" iya. Hati-hati Eun. Jangan ngebut mentang-mentang udah malam." balas Narae pada kedua sejoli itu.

" Iya kak. Tenang aja," balas Seokwoo. Ia melepaskan jasnya dan memberikannya pada Eunhyun. " biar kamu gak kedinginan."


Eunhyun merasakan wajahnya memanas. Ia dapat mencium aroma parfum yang biasanya digunakan kekasihnya itu. Sementara itu, Narae dan Mina tidak dapat menahan senyum mereka melihat pasangan itu.


" Manisnyaaa." ujar Mina yang membuat wajah Eunhyun semakin memerah. " Seokwoo-ya, kalo Eunhyunnya galak, kakak siap nerima kamu kok."

Seokwoo tertawa. " Kak Minaa!." ujar Eunhyun merajuk.

" hehe. bercanda." balas Mina.

Seokwoo tersenyum pada Mina dan Narae. " kita duluan ya kak."

.
.
.
.
.


" tadi ngobrol apa sama kak Narae sama kak Mina?." tanya Seokwoo saat ia dan Eunhyun sudah dalam perjalanan pulang. " Ngobrolin aku jangan-jangan?."

" eh? Jangan kepedean deh." Eunhyun mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

" Kalo reaksi kamu begitu berarti dugaanku benar."

Eunhyun mendelik kesal. Sebegitu mudahnya kah reaksinya dibaca oleh sang kekasih?. " kalo iya terus kenapa?."

" ya. gak apa-apa. penasaran aja kenapa kak Mina bilang begitu." ujar Seokwoo dan kembali fokus pada jalanan di depannya.


Eunhyun menghela nafas sebelum menceritakan apa yang ia bicarakan dengan kakak ipar dan calon kakak iparnya itu. Tidak ada yang ia lebih-lebihkan ataupun ia kurang-kurangkan. Wajahnya mengerut tidak senang saat mengingat ucapan Mina pada Seokwoo. Sementara laki-laki yang sedang sibuk menyetir itu tertawa.


" Iya, ketawa aja silahkan." ujar gadis itu kesal.

" Eiii, ada yang cemburu." Seokwoo mencubit pipi Eunhyun gemas. " tenang aja, aku cuma bakal jadi stylist pribadi kamu doang kok." Ia menatap Eunhyun sebentar dan mengacak rambut gadis itu sayang sebelum kembali fokus menyetir.

Eunhyun menunduk menutupi wajahnya yang memerah malu. " iya, aku tau." gumamnya.

--

Kim Seokwoo itu paket lengkap! Tinggi, ganteng, pinter masak, bisa bantuin dandan juga :3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sayangnya tidak bisa dimiliki :''''')
.
.
.
.
adegan yang lipstick itu dari Lipstick Prince episode 5 yang ada Boranya. dan dari situlah kebaperan atas manusia bernama Kim Seokwoo di mulai :''''''') 
dan interaksi Rowoon-Bora itu lucu :3

Sabtu, 21 Januari 2017

:''''')



gue jujur aja nggak pernah nge-bias-in girlgroup sampe separah ini. Girlgroup yang gue ikutin cuma girlgroupnya SM, itupun gak separah ini. Bakal kangen banget sama kalian :') kayanya kalian baru debut kemaren, tapi januari kenapa cepet banget T^T kayanya gue pick me masih nge-hype banget tapi kalian udah mau bubar aja.

Terima kasih buat satu tahunnya ini, nggak sia-sia ngikutin kalian dari jaman PD101 (ya, walaupun gue baru ngikutin dari episode 8 dan harus maraton nonton PD101 sehari penuh -_-). Gak tau kenapa, udah tau kalian bakal bubar tapi tetep aja ngikutin terus, udah tau bakal bubar tapi tetep aja baper.

Terima kasih buat satu tahunnya, makasih buat time slip-nya. Ini mungkin akhirnya IOI, tapi ini awal yang baru buat grup kalian masing-masing. kaya di 'when the cherry blossom fade', setelah perpisahan bakal ada awal yang baru yang harus di lewatin. semoga sukses sama grup kalian masing-masing. Gak kecewa tau kalian, walaupun kecewa kalian harus bubar :''')

Terima kasih juga buat downpournya, sukses sekali loh bikin mata gue keringetan :'') apa lagi yang versi livenya ini, tambah nangis waktu denger high notesnya Yeonjung :'') Dan makasih loh Uji udah bikinin lagu ini buat IOI, sukses loh bikin gue baper :'')

dadah IOI kesayangan :'') sampai jumpa 5 tahun lagi :'')

Selasa, 02 Desember 2014

CANDY JELLY LOVE - Chapter 1


---
FLDZHGHN's PRESENT

CANDY JELLY LOVE
---
Delapan orang gadis dengan delapan kepribadian yang berbeda 
dengan delapan kisah cinta yang manis
bagaikan delapan rasa permen jelly dalam satu wadah
  ---

Sinar matahari pagi yang mulai meninggi masuk melalui celah-celah tirai yang masih tertutup, memberikan sedikit cahaya pada kamar yang masih gelap itu. Seorang gadis - yang adalah pemilik kamar itu - masih berada di alam mimpinya, tidak memperdulikan alarmnya yang berusaha membangunkannya sejak satu jam yang lalu.
 
Jam di meja belajarnya sudah menunjukkan pukul 7.30, yang berarti upacara pembukaan semester baru akan dimulai dalam satu jam. Sementara gadis itu terlihat masih nyaman didalam selimutnya yang hangat. Seandainya jam weker itu bisa bicara, mungkin ia sudah memaki gadis itu yang tidak juga bangun. Atau, harus ada seseorang yang membangunkannya seperti —


" PARK RINCHAN! Sampai kapan kau akan tidur? Upacara pembukaan semester baru akan dimulai dalam satu jam!."


— seperti sang kakak perempuan mungkin?


Gadis pemilik kamar itu Park Rinchan, seorang siswi SMA yang baru saja naik kekelas 2 di SMA Hanwon. Tidak pernah bisa bangun pagi sejak pertama kali masuk sekolah. Posisinya sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara membuatnya selalu bergantung kepada kedua kakaknya untuk bangun pagi.


Teriakan sang kakak perempuan - Park Seulgi, membuat Rinchan terlonjak dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya untuk membiasakan matanya dengan cahaya matahari yang masuk dari jendelanya yang entah sejak kapan sudah terbuka lebar. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamarnya dan menatap sang kakak.

" ada apa eonni?." tanyanya setengah sadar pada sang kakak.
" ada apa katamu? cepatlah mandi! Kau ingin kembali terlambat datang?."

Seulgi menarik paksa tangan adik perempuan satu-satunya itu  ke kamar mandi. Sementara Rinchan - yang masih tidak tau apa yang terjadi, hanya pasrah mengikuti apa yang dilakukan kakaknya. Toh, sekalipun ia membantah, kakaknya itu akan jauh lebih galak dari pada yang bisa ia bayangkan.

---

Upacara pembukaan semester baru SMA Hanwon akan dimulai dalam beberapa menit lagi. Lapangan upacara pagi itu tampak sangat ramai dengan para siswa baru yang diantar orangtuanya dan siswa-siswa kelas 2 dan 3 yang sudah siap dibarisan kelasnya masing-masing. 


kecuali seorang gadis bernama Park Rinchan yang masih berlari secepat yang ia bisa kearah gerbang sekolahnya yang hampir ditutup. Seragam sekolahnya bahkan sudah tidak berbentuk.

Rinchan meletakkan tasnya diatas tumpukan tas teman-teman satu kelasnya dan menyelinap kebagian depan barisan, dimana keenam sahabatnya sudah menunggu. Ya, walaupun harus mendapat banyak protesan dari teman-teman sekelasnya yang berdiri dibelakang.

" ya! Rinchan-ah! Kemana saja kau? Kami sudah menunggumu sejak satu jam yang lalu." Seorang gadis dengan nametag 'Sung Yeonyoung' mengomeli Rinchan saat gadis itu berdiri disebelahnya.
" kkkk. Mian, mian. Aku bangun terlalu siang lagi hari ini." Balas Rinchan tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
" sampai kapan kau ingin terus begini, huh? Heejung seonsaengnim sudah bosan menulis namamu dibuku keterlambatan, bodoh." Gadis ber-nametag 'Yoon Minra' yang berdiri didepannya ikut menimpali.
" kkkk. Itu tandanya Heejung seonsaengnim memang menyukaiku." Yeonyoung dan Minra menatap sahabat mereka itu dengan tatapan masa bodoh.
" setidaknya tunjukan penyesalanmu sedikit, bodoh." Rinchan  cemberut mendengan ucapan sahabatnya yang lain, dengan nametag 'Jung Eunhyun' didada sebelah kirinya.
" arrasseo, arrasseo. Berhentilah memanggilku dengan embel-embel bodoh." ujarnya.
" karena itu, berhentilah bersikap bodoh." Kali ini seorang gadis dengan nametag 'Yoo Harin' membalas omongannya, membuat Rinchan semakin cemberut.
" aku tidak bersikap bodoh." balasnya kesal.
" tapi bersikap terlalu kekanakkan." Harin, Minra, Yeonyoung dan Eunhyun tertawa mendengar ucapan gadis dengan nametag 'Kang Sungran' yang berdiri disamping Eunhyun.
" ya! berhenti meledekku! Itu bukan kekanakkan, itu aegyo." Rinchan berusaha membeladirinya yang menjadi bahan ledekkan keenam sahabatnya.
" ya,ya. terserah apa katamu saja." Gadis dengan nametag 'Cha Minyoung' menimpali disela-sela tawanya.
" Ya! berhenti berbicara. Upacara sudah akan dimulai." Ujar seorang laki-laki dengan nametag 'Goo Jinki' yang berbaris disebelah Sungran.
" Ne. Arrasseoyo, daejangnim!." balas Rinchan penuh penekanan tiap katanya, yang hanya ditanggapi dengan cibiran oleh Jinki.

---

Rinchan berjalan seorang diri menyusuri lorong penghubung antara gedung sekolah dengan ruang kepala sekolah. Upacara pembukaan semester baru saja selesai, dan kepala sekolah menyuruh gadis itu menemuinya diruangannya. Panggilan kepala sekolahnya itu benar-benar membuatnya bingung. Ia belum membuat ulah apa-apa yang mengharuskan kepala sekolah memanggilnya. Lalu ada apa?.

Masih dengan informasi yang 0%, Rinchan membuka pintu ruang kepala sekolah perlaha. Didalam, sudah ada Kepala sekolah - Jung Shiyoon seonsaengnim, wali kelasnya - Min Riyeon seonsaengnim, dan seorang gadis yang sepertinya satu tingkat dengannya.

" Ah, akhirnya kau datang juga, Rinchan-ah." sapa Shiyoon seonsaengnim ramah. " perkenalkan, dia Bae Hyunrin. Murid pindahan dari Cheongju. Hyunrin-yang, anak ini Park Rinchan. Dia teman sekelasmu." Kepala sekolah memperkenalkan Rinchan dengan gadis tadi.
" Annyeonghaseyo! Park Rinchan on your service! senang berkenalan!." Sapa Rinchan ramah.
" Annyeonghaseyo. Bae Hyunrin imnida." Balas gadis bernama Bae Hyunrin itu canggung.
" ku harap, kau dapat membantu Hyunrin beradaptasi, Rinchan-ah." Ujar Riyeon seonsaengnim penuh harap.
" ne. Arrasseoyo, seonsaengnim. Aku akan membuatnya beradaptasi lebih cepat dari yang bisa kalian bayangkan." Rinchan tersenyum lebar.
" baiklah, kalian boleh kekelas." ujar Shiyoon seonsaengnim kepada kedua gadis yang masih berdiri didepannya.
Kedua gadis itu membungkuk 90 derajat sebelum keluar dari ruang kepala sekolah.
.
.
.
Rinchan dan Hyunrin berjalan kekelas mereka dalam diam. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Bahkan Rinchan yang terkenal cerewet tidak tau apa yang harus dibicarakan. Ia menoleh kearah gadis yang berjalan disebelahnya dengan pandangan yang entah kemana.

" Um, Hyunrin-ah, kau ingin ikut klub apa? Aku dan teman-temanku mungkin bisa mengantarkanmu nanti." Ujar Rinchan mencoba membuka pembicaraan. Ia tidak suka suasana hening, oke?
" Mungkin klub musik. Tapi, aku tidak begitu bisa bermain alat musik." balas Hyunrin ragu.
" bagus kalau begitu! Aku juga dari klub musik. Tenang saja, kau tidak harus bisa memaikan alat musik. Ketua klub musik kami juga tidak bisa bermain alat musik, tapi suaranya benar-benar indah. Kalau kau mau, akan aku antarkan istirahat nanti." Hyunrin tersenyum lebar.
" Benarkah? Terima kasih banyak! Tapi, aku tidak begitu yakin aku punya suara yang cukup bagus." ujarnya kemudian.
" tenang saja. Aku, Yeonyoungie dan Minra bahkan tidak bisa bernyanyi dengan benar." Rinchan memamerkan deretan giginya pada Hyunrin.
" ah, geurae." balas Hyunrin polos.

---

Suasana kelas saat Rinchan dan Hyunri sampai benar-benar tidak seperti kelas. Sungran, Harin dan Yeonyoung asik berkaraoke di pojok belakang, Minyoung dan Minra tidak jelas sedang membicarakan apa, para anak laki-laki sedang asik bermain game di laptop milik mereka masing-masing, sementara Eunhyun sudah tidak terlihat keberadaannya - yang berarti gadis itu sudah kabur entah kemana, dan si ketua kelas - Goo Jinki, juga tidak terlihat keberadaannya.

" Ya! Kalian semua! Diamlah sebentar!." Rinchan berteriak meminta perhatian teman-teman sekelasnya. 

Seluruh penghuni kelasnya serentak terdiam mendengar teriakannya. Rinchan menoleh kearah Hyunrin yang masih berdiri diluar kelas. Gadis itu memandangnya ragu-ragu, sampai Rinchan terpaksa harus menariknya masuk.

" Perkenalkan, namanya Bae Hyunrin. Dia akan jadi anggota kelas kita untuk dua tahun kedepan.  Rinchan memperkenalkan Hyunrin yang berdiri disebelahnya dengan agak ragu-ragu.
" B-Bae Hyunrin imnida. S-senang berkenalan dengan kalian semua." ujar Hyunrin dengan agak terbata.
" Annyeong Hyunrin-ah! Sung Yeonyoung imnida! Teman sebangku Rinchan sejak kelas 1 SMP." Yeonyoung memperkenalkan dirinya dari pojok kelas.
" Kang Sungran imnida! Gadis ini Yoo Harin! Senang berkenalan!." Sungran dan Harin tersenyum kearah Hyunrin  yang juga dibalas dengan senyuman oleh gadis itu.

Semua penghuni kelas terlihat bersemangat memperkenalkan diri mereka. Akhirnya, setelah satu semester tanpa ada perubahan, kelas mereka kedatangan murid baru. Tapi, reaksi berbeda ditampilkan oleh seorang gadis dengan nametag 'Oh Hyosung' di bajunya dan teman-temannya.

" untuk apa ada anak baru? bukankah sudah cukup dengan yang sebelumnya?." Ujar Hyosung ketus.
" yang jelas bukan untuk menjadi temanmu, Hyosung-ah." seluruh kelas - minus Hyosung dan teman-temannya, tertawa mendengar kata-kata Minyoung.
" kau beruntung Jinki dan Eunhyun sedang tidak disini. Atau kau akan habis dengan omongan mereka." tambah seorang laki-laki ber-nametag 'Hwang Jinhee', yang kembali disambut tawa satu kelas.
" jangan kau pikirkan omongan Hyosung, Minjung, Eunjoo, Sooyeon dan Minhee. Terutama Hyosung dan Minjung. Mereka selalu begitu jika ada hal yang mereka anggap tidak menguntungkan mereka. Dan biasanya, uri daejangnim - Goo Jinki, dan uri cheonsa - Jung Eunhyun, yang akan mengomeli mereka." Hyunri mengedipkan matanya bingung mendengar penjelasan panjang lebar dari Rinchan.
" Sebenarnya, bukan mengomeli, hanya menegur mereka dengan nada yang benar-benar dingin." Jinhee menambahkan.
" sudahlah, berhenti bertingkah seperti anak kecil." seorang laki-laki dengan nametag 'Gong Kiwoo' di seragamnya menengahi.
" baiklah, baiklah, co-leader. Kami akan berhenti." Tawa kembali memenuhi kelas itu mendengan kata-kata Yeonyoung - dan  Hyosung dan teman-temannya masih tidak tergabung didalamnya.
" ah, Hyunrin-ah, kau bisa duduk denganku, jika kau mau. Aku duduk sendiri lagipula." tawar Harin menunjuk tempat duduknya.
" Ah, gomawo, Harin-ah." Balas Hyunrin yang segera duduk ditempatnya.

---

Suasana sepanjang lorong lantai 4 SMA Hanwon pagi itu benar-benar sepi karena sebagian besar kelas sudah memulai pembelajaran mereka. Lagipula saat itu memang sedang tidak ada kegiatan klub yang mengharuskan mereka berada disana. Dan disanalah seorang gadis bernama Jung Eunhyun terlihat berjalan seorang diri dengan tangan yang penuh buku-buku dengan judul yang kebanyakan orang menganggapnya cukup aneh dan headphone yang menggantung di lehernya.

Ia berjalan menuju ruang klub tari dimana ia biasa menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku baru yang ia temukan di perpustakaan - disisi lain lantai itu, jika sedang tidak ada guru yang masuk kekelasnya. Ia baru akan kembali kekelas jika salah satu sahabatnya menelponnya, atau jika ia sudah benar-benar kehabisan bahan bacaan.

Ia baru akan mengambil kunci ruang klub tari saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Ia menoleh kearah asal suara itu berasal dan mendapati sang ketua kelas berjalan kearahnya. Ia menatap laki-laki itu bingung. Tidak biasanya seorang Goo Jinki mau naik sampai ke lantai 4.

" Ada apa?." tanya Eunhyun langsung saat Jinki benar-benar sudah didepannya.
" apa yang kau lakukan disini? Cepat embali kekelas." Perintah Jinki.

Eunhyun kembali menatap laki-laki itu bingung. Sedang apa? Seisi kelasnya sudah tau kebiasaannya - yang bisa dibilang aneh - itu. Dan sekarang ketua kelasnya bertanya padanya ia sedang apa? Apakah headphone yang menggantung diehernya dan tumpukan buku yang berjejer rapi didekat kakinya kurang jelas menunjukan apa yang ia lakukan?.

" Ya! Jung Eunhyun! Jangan melamun! Kembalilah kekelas." Perintah Jinki lagi.
" sebelumnya, Jinki-ya, aku harus minta maaf karena kelancanganku, tapi Hyejung seonsaengnim tidak masuk hari ini dan kelas kita sudah berubah menjadi labolatorium komputer dan ruang karaoke sekaligus." Balas Eunhyun panjang lebar. " Jika kau tidak percaya, kau boleh lihat sendiri."
" Lalu, apa yang kau lakukan disini? Tidak ada kegiatan klub yang mengharuskanmu berada disini sepagi ini." Jinki semakin penasaran saat melihat tumpukan buku didekat kaki gadis itu.
" membaca buku-buku ini dan sedikit melatih tarianku. Kau ingin ikut? Atau kau ingin mendaftar klub tari? Aku bisa memberitau Shiyoung sunbae untukmu." Jinki merasa ujung alisnya berkedut mendengar kata-kata Eunhyun.
" Uh, tidak terima kasih. Aku akan memberitahu Sungran agar menelponmu saat Kang Jonghyun seonsaengnim masuk."

Eunhyun mendengus kesal saat melihat ketua kelas sekaligus tetangganya sejak kecil itu menjauh dari pandangannya.

---

Tidak ada seorangpun guru yang masuk ke kelas 2-3 - kelas Rinchan dan yang lainnya, hari itu. Entah hal itu dapat disebut keberuntungan atau tidak, yang jelas itu adalah suatu keberuntungan untuk Rinchan, Minra, Minyoung, Harin, Sungran dan Yeonyoung - dan Hyunrin jika kita boleh menambahkan. Kelima gadis itu memang menyukai saat-saat dimana tidak ada guru yang masuk.

Dan jadilah, sepanjang sisa hari itu Harin, Minyoung, Rinchan, Sungran, Minra dan Yeonyoung mengajak Hyunrin berkeliling seluruh sekolah - termasuk gedung olahraga dan aula. Walaupun sebenarnya ' mengajak Hyunrin berkeliling sekolah' hanya alibi mereka untuk bisa berjalan-jalan keluar kelas tanpa ada satupun guru yang mengomeli mereka.

" Nah! Ini adalah ruang klub tari. Walaupun tidak seberapa, kami semua adalah anggota klub tari selain klub musik." Ujar Rinchan saat mereka bertujuh berada di depan ruang klub tari.
" kau ingin masuk? aku yakin Eunhyun ada didalam studio." Ajak Sungran sebelum ia membuka pintu ruang klub.
" eh? studio? bukankah ini ruang Klub?." Tanya Hyunrin bingung.
" Ne. memang. Tapi klub musik, klub tari dan klub lukis memiliki studio mereka sendiri didalam ruang klub. Kau ingin bergabung? Kau bisa bilang pada Eunhyun. Dia kandidat terkuat ketua baru klub tari." Minyoung mendorong badan Hyunri pelan saat gadis itu tampak ragu-ragu untuk masuk.

Mereka berlima masuk kedalam ruang klub yang terlihat benar-benar sepi. Tidak ada tanda-tanda kehidupan selain mereka bertujuh.  Hanya ada setumpuk formulir pendaftaran klub diatas meja ketua klub - dengan nama Park Shiyoung di ujung kanannya.

" apa tidak apa-apa kita masuk kesini tanpa izin?." tanya Hyunrin ragu.
" Tenanglah, Hyunrin-ah, ruang klub tari berbeda dari ruang klub yang lain. Siapapun bebas masuk keruangan ini jika ada salah satu anggota klub diruangan." balas Sungran.

Gadis itu memutar kenop pintu studio pribadi klub tari dan membuka pintunya perlahan. Dan, benar dugaan mereka, Eunhyun sedang berlatih seorang diri dengan headphone terpasang di telinganya. Ia benar-benar serius hingga tidak menyadari kedatangan keenam sahabatnya dan seorang murid baru yang terpaksa ikut.

" Ya!! Jung Eunhyun! Kami membawa seseorang untuk kami perkenalkan padamu!." Teriak Rinchan sekuat tenaga. Beruntung baginya, studio tari itu kedap suara, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa mendengar teriakannya yang memekakkan telinga.
" Huh?." Eunhyun melepas headphone-nya dan menoleh kearah ketujuh gadis lainnya. " Ah, kalian! Masih tidak ada guru?." tanyanya.
" Tidak. Ini keajaiban. Hyejung seonsaengnim, Jonghyun seonsaengnim, Miryo seonsaengnim, Jooyeon seonsaengnim, Kibum seonsaengnim dan Jihye seonsaengnim tidak bisa datang hari ini. Mereka mengikuti studi banding ke Busan hingga minggu depan." Yeonyoung memberitau dengan semangat yang benar-benar meluap.
" uwaaah. Sepertinya kita benar-benar bebas minggu ini." Sungran mengangguk mengiyakan kata-kata Eunhyun.
" ah, Hyunnie! Perkenalkan, namanya Bae Hyunrin. Penghuni baru kelas kita untuk dua tahun kedepan. Hyunrin-ah, dia Jung Eunhyun gadis aneh yang entah sejak kapan menjadi sahabatku." Harin memperkenalkan Eunhyun pada Hyunrin.
" Jung Eunhyun imnida! semoga senang bergabung dengan kelas kami!." Eunhyun tersenyum lebar.
" a-annyeonghaseyo. Bae Hyunrin imnida. N-ne, kamsahamnida." Balas Hyunrin.
" Tidak perlu sungkan pada kami jika membutuhkan sesuatu. Kami akan dengan senang hati membantu sebisa kami." ujar Eunhyun lagi. Ia masih tersenyum dengan lembut.
" kami memanggilnya Jung Cheonsa. Partner dari Goo Daejang." Rinchan berbisik pada Hyunrin dan dibalas dengan anggukan mengerti oleh Hyunrin.
" Kami harus pergi lagi Hyun-ah. Kami belum mengunjungi ruang klub yang lain." Rinchan berjalan keluar dari studio.
" ne. hati-hati." Eunhyun kembali menyalakan lagu yang sebelumnya dan kembali mulai menari.

---

Hari itu benar-benar terasa sangat panjang bagi Eunhyun. Setelah Sungran dan yang lainnya pergi, ketua kelas sekaligus partner in crime-nya - Goo Jinki, masuk dan mengganggu latihannya. Tidak hanya itu, Jinki bahkan menyita ponselnya agar ia tidak bisa melanjutkan latihan dan bisa menemani laki-laki itu mengobrol.

Dan sekarang, disinilah seorang Jung Eunhyun berada. Di kafe favoritnya dengan setumpuk buku dari perpustakaan dan seorang laki-laki bernama Goo Jinki - yang asik dengan laptopnya - didepannya. Entah apa yang membuatnya menuruti kata-kata Jinki begitu saja tanpa sempat menolaknya.

"Ada apa, Eunhyun-ah?." tanya Jinki melihat gadis didepannya menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya.
" Aku bosan. Dan lagi, untuk apa aku menemanimu disini? Mintalah fans-fans mu untuk menemani. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan, kau tau?." Eunhyun meluapkan seluruh kekesalannya pada Jinki.
" Kau menyuruhku mengajak orang yang tidak aku kenal menemaniku? Kau benar-benar sakit atau apa?." Balas Jinki tak acuh.
" Atau teman-temanmu yang lain. Kau bisa mengajak Eunhyuk atau Sunwoo 'kan? Berhenti dengan seenaknya mengajakku." Jinki menatap Eunhyun sekilas sebelum kembali menatap layar laptopnya. Eunhyun cemberut melihat balasan Jinki.
" Apa salahku hingga aku harus berurusan dengan orang sepertimu?." Gumam Eunhyun kesal.
" Pulang saja kalau kau tidak mau menemaniku." Eunhyun menatap laki-laki dengan laptop dihadapannya itu tidak percaya.
" Ya! Kau yang mengajakku kesini dengan seenaknya. Itu berarti kau juga harus mengantarkanku kembali kerumah dengan selamat." Gadis itu kembali cemberut. Mana ada orang yang tidak kesal jika diperlakukan seperti itu?.
" kalau begitu diamlah. Aku akan mengantarkanmu pulang setelah tugasku selesai." Eunhyun kembali menghela nafas.
" Aku benar-benar terlihat seperti asistenmu. Atau lebih parahnya, aku terlihat seperti kekasihmu. Huh, Jika fansmu tau, mereka akan membunuhku saat itu juga." Ujarnya. Eunhyun benar-benar tidak akan berhenti bicara jika ia benar-benar kesal seperti saat itu.
" Diamlah atau kau tidak akan pulang kerumah dengan selamat." Dan, ancaman dari Jinki berhasil membuat Eunhyun diam ditempatnya.

---

HIYAAAAA!! Saya balik lagi!! Masih bukan dengan cerita-cerita yang udah lumutan, tapi dengan cerita baru lagi yang idenya tiba-tiba muncul waktu pelajaran Filsafat ._. Kali ini kebetulan idenya dapet dari lagu. Judulnya sama kaya Judul cerita ini, CANDY JELLY LOVE. Yang nyanyi girl group barunya Woollim,adek grupnya INFINITE. DAAAAN!!! ADA JIAE!! xD demi apapun Jiae tambah cantikkkk...

Malah jadi curhat gue -___- udah yaaaa.. Gue saranin jangan nungguin cerita-cerita yang udah pada lumutan itu dulu, soalnya gue nulisnya bener-bener random semau hati gue. daripada mengecewakan, lebih baik gue tunda untuk jangka waktu yang masih tidakbisa ditentukan ._.

Udah deh yaaaa ._.

PPYONG!!!