Selasa, 02 Desember 2014

CANDY JELLY LOVE - Chapter 1


---
FLDZHGHN's PRESENT

CANDY JELLY LOVE
---
Delapan orang gadis dengan delapan kepribadian yang berbeda 
dengan delapan kisah cinta yang manis
bagaikan delapan rasa permen jelly dalam satu wadah
  ---

Sinar matahari pagi yang mulai meninggi masuk melalui celah-celah tirai yang masih tertutup, memberikan sedikit cahaya pada kamar yang masih gelap itu. Seorang gadis - yang adalah pemilik kamar itu - masih berada di alam mimpinya, tidak memperdulikan alarmnya yang berusaha membangunkannya sejak satu jam yang lalu.
 
Jam di meja belajarnya sudah menunjukkan pukul 7.30, yang berarti upacara pembukaan semester baru akan dimulai dalam satu jam. Sementara gadis itu terlihat masih nyaman didalam selimutnya yang hangat. Seandainya jam weker itu bisa bicara, mungkin ia sudah memaki gadis itu yang tidak juga bangun. Atau, harus ada seseorang yang membangunkannya seperti —


" PARK RINCHAN! Sampai kapan kau akan tidur? Upacara pembukaan semester baru akan dimulai dalam satu jam!."


— seperti sang kakak perempuan mungkin?


Gadis pemilik kamar itu Park Rinchan, seorang siswi SMA yang baru saja naik kekelas 2 di SMA Hanwon. Tidak pernah bisa bangun pagi sejak pertama kali masuk sekolah. Posisinya sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara membuatnya selalu bergantung kepada kedua kakaknya untuk bangun pagi.


Teriakan sang kakak perempuan - Park Seulgi, membuat Rinchan terlonjak dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya untuk membiasakan matanya dengan cahaya matahari yang masuk dari jendelanya yang entah sejak kapan sudah terbuka lebar. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamarnya dan menatap sang kakak.

" ada apa eonni?." tanyanya setengah sadar pada sang kakak.
" ada apa katamu? cepatlah mandi! Kau ingin kembali terlambat datang?."

Seulgi menarik paksa tangan adik perempuan satu-satunya itu  ke kamar mandi. Sementara Rinchan - yang masih tidak tau apa yang terjadi, hanya pasrah mengikuti apa yang dilakukan kakaknya. Toh, sekalipun ia membantah, kakaknya itu akan jauh lebih galak dari pada yang bisa ia bayangkan.

---

Upacara pembukaan semester baru SMA Hanwon akan dimulai dalam beberapa menit lagi. Lapangan upacara pagi itu tampak sangat ramai dengan para siswa baru yang diantar orangtuanya dan siswa-siswa kelas 2 dan 3 yang sudah siap dibarisan kelasnya masing-masing. 


kecuali seorang gadis bernama Park Rinchan yang masih berlari secepat yang ia bisa kearah gerbang sekolahnya yang hampir ditutup. Seragam sekolahnya bahkan sudah tidak berbentuk.

Rinchan meletakkan tasnya diatas tumpukan tas teman-teman satu kelasnya dan menyelinap kebagian depan barisan, dimana keenam sahabatnya sudah menunggu. Ya, walaupun harus mendapat banyak protesan dari teman-teman sekelasnya yang berdiri dibelakang.

" ya! Rinchan-ah! Kemana saja kau? Kami sudah menunggumu sejak satu jam yang lalu." Seorang gadis dengan nametag 'Sung Yeonyoung' mengomeli Rinchan saat gadis itu berdiri disebelahnya.
" kkkk. Mian, mian. Aku bangun terlalu siang lagi hari ini." Balas Rinchan tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
" sampai kapan kau ingin terus begini, huh? Heejung seonsaengnim sudah bosan menulis namamu dibuku keterlambatan, bodoh." Gadis ber-nametag 'Yoon Minra' yang berdiri didepannya ikut menimpali.
" kkkk. Itu tandanya Heejung seonsaengnim memang menyukaiku." Yeonyoung dan Minra menatap sahabat mereka itu dengan tatapan masa bodoh.
" setidaknya tunjukan penyesalanmu sedikit, bodoh." Rinchan  cemberut mendengan ucapan sahabatnya yang lain, dengan nametag 'Jung Eunhyun' didada sebelah kirinya.
" arrasseo, arrasseo. Berhentilah memanggilku dengan embel-embel bodoh." ujarnya.
" karena itu, berhentilah bersikap bodoh." Kali ini seorang gadis dengan nametag 'Yoo Harin' membalas omongannya, membuat Rinchan semakin cemberut.
" aku tidak bersikap bodoh." balasnya kesal.
" tapi bersikap terlalu kekanakkan." Harin, Minra, Yeonyoung dan Eunhyun tertawa mendengar ucapan gadis dengan nametag 'Kang Sungran' yang berdiri disamping Eunhyun.
" ya! berhenti meledekku! Itu bukan kekanakkan, itu aegyo." Rinchan berusaha membeladirinya yang menjadi bahan ledekkan keenam sahabatnya.
" ya,ya. terserah apa katamu saja." Gadis dengan nametag 'Cha Minyoung' menimpali disela-sela tawanya.
" Ya! berhenti berbicara. Upacara sudah akan dimulai." Ujar seorang laki-laki dengan nametag 'Goo Jinki' yang berbaris disebelah Sungran.
" Ne. Arrasseoyo, daejangnim!." balas Rinchan penuh penekanan tiap katanya, yang hanya ditanggapi dengan cibiran oleh Jinki.

---

Rinchan berjalan seorang diri menyusuri lorong penghubung antara gedung sekolah dengan ruang kepala sekolah. Upacara pembukaan semester baru saja selesai, dan kepala sekolah menyuruh gadis itu menemuinya diruangannya. Panggilan kepala sekolahnya itu benar-benar membuatnya bingung. Ia belum membuat ulah apa-apa yang mengharuskan kepala sekolah memanggilnya. Lalu ada apa?.

Masih dengan informasi yang 0%, Rinchan membuka pintu ruang kepala sekolah perlaha. Didalam, sudah ada Kepala sekolah - Jung Shiyoon seonsaengnim, wali kelasnya - Min Riyeon seonsaengnim, dan seorang gadis yang sepertinya satu tingkat dengannya.

" Ah, akhirnya kau datang juga, Rinchan-ah." sapa Shiyoon seonsaengnim ramah. " perkenalkan, dia Bae Hyunrin. Murid pindahan dari Cheongju. Hyunrin-yang, anak ini Park Rinchan. Dia teman sekelasmu." Kepala sekolah memperkenalkan Rinchan dengan gadis tadi.
" Annyeonghaseyo! Park Rinchan on your service! senang berkenalan!." Sapa Rinchan ramah.
" Annyeonghaseyo. Bae Hyunrin imnida." Balas gadis bernama Bae Hyunrin itu canggung.
" ku harap, kau dapat membantu Hyunrin beradaptasi, Rinchan-ah." Ujar Riyeon seonsaengnim penuh harap.
" ne. Arrasseoyo, seonsaengnim. Aku akan membuatnya beradaptasi lebih cepat dari yang bisa kalian bayangkan." Rinchan tersenyum lebar.
" baiklah, kalian boleh kekelas." ujar Shiyoon seonsaengnim kepada kedua gadis yang masih berdiri didepannya.
Kedua gadis itu membungkuk 90 derajat sebelum keluar dari ruang kepala sekolah.
.
.
.
Rinchan dan Hyunrin berjalan kekelas mereka dalam diam. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Bahkan Rinchan yang terkenal cerewet tidak tau apa yang harus dibicarakan. Ia menoleh kearah gadis yang berjalan disebelahnya dengan pandangan yang entah kemana.

" Um, Hyunrin-ah, kau ingin ikut klub apa? Aku dan teman-temanku mungkin bisa mengantarkanmu nanti." Ujar Rinchan mencoba membuka pembicaraan. Ia tidak suka suasana hening, oke?
" Mungkin klub musik. Tapi, aku tidak begitu bisa bermain alat musik." balas Hyunrin ragu.
" bagus kalau begitu! Aku juga dari klub musik. Tenang saja, kau tidak harus bisa memaikan alat musik. Ketua klub musik kami juga tidak bisa bermain alat musik, tapi suaranya benar-benar indah. Kalau kau mau, akan aku antarkan istirahat nanti." Hyunrin tersenyum lebar.
" Benarkah? Terima kasih banyak! Tapi, aku tidak begitu yakin aku punya suara yang cukup bagus." ujarnya kemudian.
" tenang saja. Aku, Yeonyoungie dan Minra bahkan tidak bisa bernyanyi dengan benar." Rinchan memamerkan deretan giginya pada Hyunrin.
" ah, geurae." balas Hyunrin polos.

---

Suasana kelas saat Rinchan dan Hyunri sampai benar-benar tidak seperti kelas. Sungran, Harin dan Yeonyoung asik berkaraoke di pojok belakang, Minyoung dan Minra tidak jelas sedang membicarakan apa, para anak laki-laki sedang asik bermain game di laptop milik mereka masing-masing, sementara Eunhyun sudah tidak terlihat keberadaannya - yang berarti gadis itu sudah kabur entah kemana, dan si ketua kelas - Goo Jinki, juga tidak terlihat keberadaannya.

" Ya! Kalian semua! Diamlah sebentar!." Rinchan berteriak meminta perhatian teman-teman sekelasnya. 

Seluruh penghuni kelasnya serentak terdiam mendengar teriakannya. Rinchan menoleh kearah Hyunrin yang masih berdiri diluar kelas. Gadis itu memandangnya ragu-ragu, sampai Rinchan terpaksa harus menariknya masuk.

" Perkenalkan, namanya Bae Hyunrin. Dia akan jadi anggota kelas kita untuk dua tahun kedepan.  Rinchan memperkenalkan Hyunrin yang berdiri disebelahnya dengan agak ragu-ragu.
" B-Bae Hyunrin imnida. S-senang berkenalan dengan kalian semua." ujar Hyunrin dengan agak terbata.
" Annyeong Hyunrin-ah! Sung Yeonyoung imnida! Teman sebangku Rinchan sejak kelas 1 SMP." Yeonyoung memperkenalkan dirinya dari pojok kelas.
" Kang Sungran imnida! Gadis ini Yoo Harin! Senang berkenalan!." Sungran dan Harin tersenyum kearah Hyunrin  yang juga dibalas dengan senyuman oleh gadis itu.

Semua penghuni kelas terlihat bersemangat memperkenalkan diri mereka. Akhirnya, setelah satu semester tanpa ada perubahan, kelas mereka kedatangan murid baru. Tapi, reaksi berbeda ditampilkan oleh seorang gadis dengan nametag 'Oh Hyosung' di bajunya dan teman-temannya.

" untuk apa ada anak baru? bukankah sudah cukup dengan yang sebelumnya?." Ujar Hyosung ketus.
" yang jelas bukan untuk menjadi temanmu, Hyosung-ah." seluruh kelas - minus Hyosung dan teman-temannya, tertawa mendengar kata-kata Minyoung.
" kau beruntung Jinki dan Eunhyun sedang tidak disini. Atau kau akan habis dengan omongan mereka." tambah seorang laki-laki ber-nametag 'Hwang Jinhee', yang kembali disambut tawa satu kelas.
" jangan kau pikirkan omongan Hyosung, Minjung, Eunjoo, Sooyeon dan Minhee. Terutama Hyosung dan Minjung. Mereka selalu begitu jika ada hal yang mereka anggap tidak menguntungkan mereka. Dan biasanya, uri daejangnim - Goo Jinki, dan uri cheonsa - Jung Eunhyun, yang akan mengomeli mereka." Hyunri mengedipkan matanya bingung mendengar penjelasan panjang lebar dari Rinchan.
" Sebenarnya, bukan mengomeli, hanya menegur mereka dengan nada yang benar-benar dingin." Jinhee menambahkan.
" sudahlah, berhenti bertingkah seperti anak kecil." seorang laki-laki dengan nametag 'Gong Kiwoo' di seragamnya menengahi.
" baiklah, baiklah, co-leader. Kami akan berhenti." Tawa kembali memenuhi kelas itu mendengan kata-kata Yeonyoung - dan  Hyosung dan teman-temannya masih tidak tergabung didalamnya.
" ah, Hyunrin-ah, kau bisa duduk denganku, jika kau mau. Aku duduk sendiri lagipula." tawar Harin menunjuk tempat duduknya.
" Ah, gomawo, Harin-ah." Balas Hyunrin yang segera duduk ditempatnya.

---

Suasana sepanjang lorong lantai 4 SMA Hanwon pagi itu benar-benar sepi karena sebagian besar kelas sudah memulai pembelajaran mereka. Lagipula saat itu memang sedang tidak ada kegiatan klub yang mengharuskan mereka berada disana. Dan disanalah seorang gadis bernama Jung Eunhyun terlihat berjalan seorang diri dengan tangan yang penuh buku-buku dengan judul yang kebanyakan orang menganggapnya cukup aneh dan headphone yang menggantung di lehernya.

Ia berjalan menuju ruang klub tari dimana ia biasa menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku baru yang ia temukan di perpustakaan - disisi lain lantai itu, jika sedang tidak ada guru yang masuk kekelasnya. Ia baru akan kembali kekelas jika salah satu sahabatnya menelponnya, atau jika ia sudah benar-benar kehabisan bahan bacaan.

Ia baru akan mengambil kunci ruang klub tari saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Ia menoleh kearah asal suara itu berasal dan mendapati sang ketua kelas berjalan kearahnya. Ia menatap laki-laki itu bingung. Tidak biasanya seorang Goo Jinki mau naik sampai ke lantai 4.

" Ada apa?." tanya Eunhyun langsung saat Jinki benar-benar sudah didepannya.
" apa yang kau lakukan disini? Cepat embali kekelas." Perintah Jinki.

Eunhyun kembali menatap laki-laki itu bingung. Sedang apa? Seisi kelasnya sudah tau kebiasaannya - yang bisa dibilang aneh - itu. Dan sekarang ketua kelasnya bertanya padanya ia sedang apa? Apakah headphone yang menggantung diehernya dan tumpukan buku yang berjejer rapi didekat kakinya kurang jelas menunjukan apa yang ia lakukan?.

" Ya! Jung Eunhyun! Jangan melamun! Kembalilah kekelas." Perintah Jinki lagi.
" sebelumnya, Jinki-ya, aku harus minta maaf karena kelancanganku, tapi Hyejung seonsaengnim tidak masuk hari ini dan kelas kita sudah berubah menjadi labolatorium komputer dan ruang karaoke sekaligus." Balas Eunhyun panjang lebar. " Jika kau tidak percaya, kau boleh lihat sendiri."
" Lalu, apa yang kau lakukan disini? Tidak ada kegiatan klub yang mengharuskanmu berada disini sepagi ini." Jinki semakin penasaran saat melihat tumpukan buku didekat kaki gadis itu.
" membaca buku-buku ini dan sedikit melatih tarianku. Kau ingin ikut? Atau kau ingin mendaftar klub tari? Aku bisa memberitau Shiyoung sunbae untukmu." Jinki merasa ujung alisnya berkedut mendengar kata-kata Eunhyun.
" Uh, tidak terima kasih. Aku akan memberitahu Sungran agar menelponmu saat Kang Jonghyun seonsaengnim masuk."

Eunhyun mendengus kesal saat melihat ketua kelas sekaligus tetangganya sejak kecil itu menjauh dari pandangannya.

---

Tidak ada seorangpun guru yang masuk ke kelas 2-3 - kelas Rinchan dan yang lainnya, hari itu. Entah hal itu dapat disebut keberuntungan atau tidak, yang jelas itu adalah suatu keberuntungan untuk Rinchan, Minra, Minyoung, Harin, Sungran dan Yeonyoung - dan Hyunrin jika kita boleh menambahkan. Kelima gadis itu memang menyukai saat-saat dimana tidak ada guru yang masuk.

Dan jadilah, sepanjang sisa hari itu Harin, Minyoung, Rinchan, Sungran, Minra dan Yeonyoung mengajak Hyunrin berkeliling seluruh sekolah - termasuk gedung olahraga dan aula. Walaupun sebenarnya ' mengajak Hyunrin berkeliling sekolah' hanya alibi mereka untuk bisa berjalan-jalan keluar kelas tanpa ada satupun guru yang mengomeli mereka.

" Nah! Ini adalah ruang klub tari. Walaupun tidak seberapa, kami semua adalah anggota klub tari selain klub musik." Ujar Rinchan saat mereka bertujuh berada di depan ruang klub tari.
" kau ingin masuk? aku yakin Eunhyun ada didalam studio." Ajak Sungran sebelum ia membuka pintu ruang klub.
" eh? studio? bukankah ini ruang Klub?." Tanya Hyunrin bingung.
" Ne. memang. Tapi klub musik, klub tari dan klub lukis memiliki studio mereka sendiri didalam ruang klub. Kau ingin bergabung? Kau bisa bilang pada Eunhyun. Dia kandidat terkuat ketua baru klub tari." Minyoung mendorong badan Hyunri pelan saat gadis itu tampak ragu-ragu untuk masuk.

Mereka berlima masuk kedalam ruang klub yang terlihat benar-benar sepi. Tidak ada tanda-tanda kehidupan selain mereka bertujuh.  Hanya ada setumpuk formulir pendaftaran klub diatas meja ketua klub - dengan nama Park Shiyoung di ujung kanannya.

" apa tidak apa-apa kita masuk kesini tanpa izin?." tanya Hyunrin ragu.
" Tenanglah, Hyunrin-ah, ruang klub tari berbeda dari ruang klub yang lain. Siapapun bebas masuk keruangan ini jika ada salah satu anggota klub diruangan." balas Sungran.

Gadis itu memutar kenop pintu studio pribadi klub tari dan membuka pintunya perlahan. Dan, benar dugaan mereka, Eunhyun sedang berlatih seorang diri dengan headphone terpasang di telinganya. Ia benar-benar serius hingga tidak menyadari kedatangan keenam sahabatnya dan seorang murid baru yang terpaksa ikut.

" Ya!! Jung Eunhyun! Kami membawa seseorang untuk kami perkenalkan padamu!." Teriak Rinchan sekuat tenaga. Beruntung baginya, studio tari itu kedap suara, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa mendengar teriakannya yang memekakkan telinga.
" Huh?." Eunhyun melepas headphone-nya dan menoleh kearah ketujuh gadis lainnya. " Ah, kalian! Masih tidak ada guru?." tanyanya.
" Tidak. Ini keajaiban. Hyejung seonsaengnim, Jonghyun seonsaengnim, Miryo seonsaengnim, Jooyeon seonsaengnim, Kibum seonsaengnim dan Jihye seonsaengnim tidak bisa datang hari ini. Mereka mengikuti studi banding ke Busan hingga minggu depan." Yeonyoung memberitau dengan semangat yang benar-benar meluap.
" uwaaah. Sepertinya kita benar-benar bebas minggu ini." Sungran mengangguk mengiyakan kata-kata Eunhyun.
" ah, Hyunnie! Perkenalkan, namanya Bae Hyunrin. Penghuni baru kelas kita untuk dua tahun kedepan. Hyunrin-ah, dia Jung Eunhyun gadis aneh yang entah sejak kapan menjadi sahabatku." Harin memperkenalkan Eunhyun pada Hyunrin.
" Jung Eunhyun imnida! semoga senang bergabung dengan kelas kami!." Eunhyun tersenyum lebar.
" a-annyeonghaseyo. Bae Hyunrin imnida. N-ne, kamsahamnida." Balas Hyunrin.
" Tidak perlu sungkan pada kami jika membutuhkan sesuatu. Kami akan dengan senang hati membantu sebisa kami." ujar Eunhyun lagi. Ia masih tersenyum dengan lembut.
" kami memanggilnya Jung Cheonsa. Partner dari Goo Daejang." Rinchan berbisik pada Hyunrin dan dibalas dengan anggukan mengerti oleh Hyunrin.
" Kami harus pergi lagi Hyun-ah. Kami belum mengunjungi ruang klub yang lain." Rinchan berjalan keluar dari studio.
" ne. hati-hati." Eunhyun kembali menyalakan lagu yang sebelumnya dan kembali mulai menari.

---

Hari itu benar-benar terasa sangat panjang bagi Eunhyun. Setelah Sungran dan yang lainnya pergi, ketua kelas sekaligus partner in crime-nya - Goo Jinki, masuk dan mengganggu latihannya. Tidak hanya itu, Jinki bahkan menyita ponselnya agar ia tidak bisa melanjutkan latihan dan bisa menemani laki-laki itu mengobrol.

Dan sekarang, disinilah seorang Jung Eunhyun berada. Di kafe favoritnya dengan setumpuk buku dari perpustakaan dan seorang laki-laki bernama Goo Jinki - yang asik dengan laptopnya - didepannya. Entah apa yang membuatnya menuruti kata-kata Jinki begitu saja tanpa sempat menolaknya.

"Ada apa, Eunhyun-ah?." tanya Jinki melihat gadis didepannya menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya.
" Aku bosan. Dan lagi, untuk apa aku menemanimu disini? Mintalah fans-fans mu untuk menemani. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan, kau tau?." Eunhyun meluapkan seluruh kekesalannya pada Jinki.
" Kau menyuruhku mengajak orang yang tidak aku kenal menemaniku? Kau benar-benar sakit atau apa?." Balas Jinki tak acuh.
" Atau teman-temanmu yang lain. Kau bisa mengajak Eunhyuk atau Sunwoo 'kan? Berhenti dengan seenaknya mengajakku." Jinki menatap Eunhyun sekilas sebelum kembali menatap layar laptopnya. Eunhyun cemberut melihat balasan Jinki.
" Apa salahku hingga aku harus berurusan dengan orang sepertimu?." Gumam Eunhyun kesal.
" Pulang saja kalau kau tidak mau menemaniku." Eunhyun menatap laki-laki dengan laptop dihadapannya itu tidak percaya.
" Ya! Kau yang mengajakku kesini dengan seenaknya. Itu berarti kau juga harus mengantarkanku kembali kerumah dengan selamat." Gadis itu kembali cemberut. Mana ada orang yang tidak kesal jika diperlakukan seperti itu?.
" kalau begitu diamlah. Aku akan mengantarkanmu pulang setelah tugasku selesai." Eunhyun kembali menghela nafas.
" Aku benar-benar terlihat seperti asistenmu. Atau lebih parahnya, aku terlihat seperti kekasihmu. Huh, Jika fansmu tau, mereka akan membunuhku saat itu juga." Ujarnya. Eunhyun benar-benar tidak akan berhenti bicara jika ia benar-benar kesal seperti saat itu.
" Diamlah atau kau tidak akan pulang kerumah dengan selamat." Dan, ancaman dari Jinki berhasil membuat Eunhyun diam ditempatnya.

---

HIYAAAAA!! Saya balik lagi!! Masih bukan dengan cerita-cerita yang udah lumutan, tapi dengan cerita baru lagi yang idenya tiba-tiba muncul waktu pelajaran Filsafat ._. Kali ini kebetulan idenya dapet dari lagu. Judulnya sama kaya Judul cerita ini, CANDY JELLY LOVE. Yang nyanyi girl group barunya Woollim,adek grupnya INFINITE. DAAAAN!!! ADA JIAE!! xD demi apapun Jiae tambah cantikkkk...

Malah jadi curhat gue -___- udah yaaaa.. Gue saranin jangan nungguin cerita-cerita yang udah pada lumutan itu dulu, soalnya gue nulisnya bener-bener random semau hati gue. daripada mengecewakan, lebih baik gue tunda untuk jangka waktu yang masih tidakbisa ditentukan ._.

Udah deh yaaaa ._.

PPYONG!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar