Kamis, 09 Februari 2017

MY PERSONAL STYLIST

ceritanya, ini terinspirasi setelah nonton lipstick prince xD

--

Kim Seokwoo (SF9's Rowoon)
Jung Eunhyun (OC)
.
.
.
.
.
WARN!!
bahasa amburadul, menyebabkan kebaperan
--

Seorang gadis - Jung Eunhyun, terlihat sedang sibuk mencoba satu persatu baju yang ada di lemarinya. Sudah hampir seluruh isi lemarinya ia keluarkan namun ia masih belum menemukan baju yang sesuai dengan keinginannya. Ia menghela nafas setelah semua baju dari lemarinya telah menjadi tumpukkan di atas tempat tidurnya. Ia harus pergi ke pertunangan kakaknya, namun tidak satupun baju di lemarinya yang cocok.

Ia baru akan kembali mencari di tumpukan baju di tempat tidurnya saat ia mendengar seseorang membunyikan bell. Ia bergegas membukakan pintu apartemennya dan mendapati seorang laki-laki dengan tubuh cukup tinggi berdiri dihadapannya. Laki-laki itu mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam. Ia tersenyum pada gadis yang masih menggunakan pakaian tidur dihadapannya itu.

Laki-laki itu adalah Kim Seokwoo, kekasih Eunhyun selama kurang lebih dua tahun terakhir. Ia merupakan temannya semasa SMA sekaligus karyawan di kantor kakaknya.


" Kamu belum siap? Jangan bilang kamu juga belum mandi? acara pertunangan kak Jonghwan mulai dua jam lagi loh." ujar laki-laki itu saat keduanya berjalan masuk ke apartemen Eunhyun.

Gadis itu menggeleng. " aku udah mandi, tapi masih gak tau mau pake baju yang mana." balasnya.

" Pake yang mana aja. Lagipula ini acara kak Jonghwan sama kak Mina 'kan?."

Eunhyun memanyunkan bibirnya mendengar jawaban Seokwoo. " Terus aku gak boleh tampil cantik ke acara pertunangan kakakku? gitu maksudnya?."

Seokwoo yang melihat kekasihnya merajuk justru tertawa. " bukan begitu maksudku. Kamu itu udah cantik, jadi gak usah pake yang macam-macam."

Eunhyun merasakan pipinya memanas mendengar ucapan laki-laki yang berusia sebulan lebih muda darinya itu. " jangan kebanyakan main sama Taeyang. Kamu jadi ikutan banyak gombal 'kan jadinya." 

Laki-laki itu kembali tertawa. Ia mengambil baju paling atas di tumpukkan dan memberikannya pada Eunhyun. " pake ini aja. Kamu ganti sana. Aku tunggu sini. Nanti aku bantuin kamu dandan."

Gadis itu menatap sang kekasih ragu. " yakin pake yang ini? gak terlalu biasa?."

Seokwoo menggeleng. " Lagipula muka kamu udah ngelengkapin kok." ujarnya sebelum tertawa.

Eunhyun kembali bersemu. Ia memukul pelan lengan laki-laki yang sudah ia kenal sejak tujuh tahun yang lalu itu. " kamu beneran harus berhenti temenan sama Taeyang, Kim Seokwoo. virus ngegombalnya parah banget nularin kamu ternyata." ujarnya. " yaudah, jangan kemana-mana."


Sambil menunggu sang kekasih mengganti pakaiannya, Seokwoo memutuskan untuk membereskan baju-baju sang kekasih - karena ia yakin, baju-baju itu kemungkinan besar baru akan kembali masuk lemari dua hari. Ia menggantung baju-baju sang kekasih ke dalam lemari satu persatu dan melipat baju-baju yang lain - yang tidak muat di lemarinya. Seokwoo bahkan membereskan bantal dan selimut yang tergeletak di lantai.


" begini aja?."

Seokwoo mengalihkan perhatiannya pada gadis yang kini sudah berdiri didepan kamar mandi dengan dress hitam pendek tanpa lengan dengan sedikit aksen lace dibagian atas. Laki-laki itu mengangguk menjawab pertanyaan si gadis. " gak usah terlalu berlebihan. Gak cocok sama mukamu, Eun."

Eunhyun mendelik kesal. " jangan bilang mau gombal lagi? Lama-lama aku minta kak Taekwoon buat mindahin kamu biar gak satu tim sama Taeyang-Changgu."

Laki-laki itu tertawa. " gak, kok. Gak. Sini duduk." Ia mendudukkan Eunhyun di depan meja rias dan membongkar semua alat rias milik gadis itu.

" Kamu mau ngapain, Kim Seokwoo?." tanya Eunhyun bingung.

" bantuin kamu dandan. Emangnya apa lagi?." balas laki-laki berusia 25 tahun itu. " dan, demi apapun aku pacar kamu, Kim Eunhyun. Panggilnya bisa lebih manis?."

Eunhyun mendelik, namun sedetik kemudian ia menatap laki-laki ragu. " emang kamu bisa? Belajar dari mana?." ujarnya. " dan juga, namaku Jung Eunhyun. Jangan seenaknya ganti nama."

" Kak Seolhyun sering minta bantuanku kalo lagi buru-buru. Aku jadi lumayan bisa sekarang." balas Seokwoo tanpa mengalihkan perhatiannya dari alat rias di atas meja.

" Kok aku tetep ragu, ya?."

Seokwoo menatap gadis yang sempat menjadi teman sekelasnya semasa SMA itu. " aku justru ragu kalo kamu pake sendiri, Eun. Aku kenal kamu kaya gimana, dan kalo lagi buru-buru make up kamu hasilnya selalu berantakan."

Eunhyun mendelik, dalam hati ia mengiyakan ucapan kekasihnya itu. " yaudah. Cepetan. Aku gak mau telat."

" iya, iya, tuan putri."


Seokwoo dengan hati-hati mulai memoles wajah Eunhyun. Tangannya seperti sudah benar-benar terlatih mengaplikasikan riasan ke wajah seseorang. Ia sesekali tertawa saat melihat wajah kekasihnya memerah karena jarah wajah mereka yang sangat dekat. Ia mencubit hidung gadis itu, dan dibalas dengan dengusan kesal.


" gak usah cubit-cubit, ih." ujar Eunhyun.

" makanya muka kamu gak usah merah begitu. Percaya aja sama aku." balas si laki-laki.

" Kalo hasilnya jelek, aku pastiin kamu pulang babak belur."


Eunhyun itu tsundere, karena itu Seokwoo jadi suka sekali menggodanya. Menurutnya reaksi yang di tunjukkan kekasihnya itu lucu - ekspresi dan ucapannya selalu bertolak belakang.

Seokwoo kembali melanjutkan merias wajah Eunhyun dengan telaten, berusaha sebisa mungkin tidak mengecewakan kekasihnya. Sementara yang di rias terus memperhatikan wajah tampan sang kekasih yang jarang dapat ia lihat dalam jarak sedekat itu. Dalam hati ia bersyukur karena laki-laki tampan itu adalah kekasihnya.


" kamu mau pakai lipstick warna apa?."

Ucapan Seokwoo membuyarkan lamunan Eunhyun tentang laki-laki itu. Ia menatap laki-laki itu bingung. " Kenapa, Seokwoo-ya?."

" Aku tanya, kamu mau pakai lipstick warna apa?." Laki-laki itu menunjukkan dua buah lipstick padanya.

" Uh, dua-duanya bagus."

" Iya 'kan? gimana kalo aku campur warnanya aja?."

Eunhyun mengkerutkan dahinya. " bisa?."

Seokwoo tersenyum bangga. " Kak Seolhyun sering ngajarin. Biar kalo dia malas ada yang bisa disuruh katanya."

" yaudah, kalo kamu emang yakin."


Seokwoo mulai mengoleskan satu persatu lipstick itu ke punggung tangannya dan mencampurkan kedua warnanya. Ia menunjukkannya pada sang kekasih, namun gadis itu justru menatapnya tanpa ekspresi.


" gimana warnanya?." tanyanya.

" Bagus. jangan kelamaan ah, rambutku belum di apa-apain."

Seokwoo tertawa. " iya, tuan putri. perintah dilaksanakan."


Ia mulai mengoleskan lipstick itu ke bibir gadis di depannya. Tidak ada pembicaraan dan perdebatan apa-apa antara keduanya, hanya Seokwoo yang serius mengaplikasikan lipstick ke bibir sambil sesekali menatap mata kekasihnya, dan Eunhyun yang merona melihat ketampanan sang kekasih.


" aku tau aku ganteng, tapi kamu gak usah ngeliatin aku segitunya, Kim Eunhyun."

Eunhyun mendelik. " namaku masih Jung Eunhyun. Berhenti ganti-ganti nama orang, Kim Seokwoo."

" Tapi pasti akan jadi Kim Eunhyun, Eun." balas Seokwoo. " selesai. Rambut kamu biar aku yang tata sekalian. Mau di apain?."

" Di keriting aja. Masih ingat cara pakainya kan?."


Seokwoo hanya mengangguk dan mencari alat pengeriting rambut di laci meja rias Eunhyun. Ia memang hampir selalu membantu sang kekasih menata rambutnya, jadi ia sudah sangat familiar dengan segala alat penata rambut yang dimiliki Eunhyun. Begitu pula Eunhyun, ia tidak terlalu khawatir Seokwoo akan menghancurkan rambutnya.

Tidak butuh waktu lama hingga Seokwoo menyelesaikan tataan rambut Eunhyun. Ia bahkan memakaikan bando dengan hiasan bunga di kepala kekasihnya - yang tidak tau didapatkan dari mana.


" Bando dari mana? aku kayanya gak inget punya." tanya Eunhyun sambil merapihkan sedikit tatanan rambutnya.

" Punya kak Seolhyun ada di mobilku. Karena kak Seolhyun juga gak nyariin, aku bawa aja. Lagipula selama calon adik iparnya yang pakai, kak Seolhyun gak akan marah." balas Seokwoo sambil membereskan meja rias sang kekasih.

" bilangin terima kasih ke kak Seolhyun. Aku pinjam buat hari ini." ujar Eunhyun sambil memakai high heelsnya.

Seokwoo menutup laci meja dan mengambil kunci mobilnya di atas tempat tidur. " anggap aja punya kamu." Ia merapikan sedikit pakaiannya. " ayo. Kak Jonghwan bisa marahin aku kalo kamu telat ke acaranya dia."

.
.
.
.
.
.

Acara pertunangan Jonghwan dengan Mina berjalan lancar. Para tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat acara dan hanya meninggalkan kedua keluarga - dan juga Seokwoo. Eunhyun masih sibuk mengobrol dengan Mina dan Narae - istri Taekwoon, sementara Seokwoo sibuk membicarakan masalah pekerjaan dengan Taekwoon tidak jauh dari mereka.


" jadi ini semua kerjaan Seokwoo?." tanya Narae sambil meninabobokan Nayoon - anaknya dan Taekwoon.

" iya. Aku juga kaget. Kak Seolhyun beneran sering minta bantuan dia kayanya." balas Eunhyun.

" Termasuk rambut kamu? Kamu kok enak banget?."

Eunhyun tertawa mendengar pertanyaan Mina. " iya kak. Semuanya kerjaan dia. Dia yang milihin baju, ngedandanin, semuanya."

" kamu nyari yang kaya Seokwoo dimana sih? kok dapet aja? aku malah dapet yang alay kaya Jonghwan." Mina mengerucutkan bibirnya.

Eunhyun dan Narae tertawa. " Kamu baru tunangan sama Jonghwan, loh. Masa udah ngiri sama pacarnya adik ipar." ledek Narae.

" Alay alay begitu yang ngejar banyak loh kak." lanjut Eunhyun.

"  Tapi Mina bener loh, Eun. Kamu bisaan aja dapet yang kaya Seokwoo. Kamu jadi punya stylist pribadi. Taekwoon mana mau." balas Narae.

" Kan! Jonghwan lagi. Dia aja gak bisa bedain mana blush mana eyeshadow." ujar Mina.


Eunhyun hanya tertawa dan ketiganya kembali mengobrol - sampai Seokwoo menghampiri mereka dan mengajak Eunhyun untuk pulang (yang sebenarnya disuruh Taekwoon).


" Eun, ayo pulang."

Eunhyun mengangguk dan mengambil tasnya. " aku duluan ya kak. Takut Seokwoo gak dibolehin masuk rumah sama mamanya." ujar gadis itu pada Narae dan Mina.

" iya. Hati-hati Eun. Jangan ngebut mentang-mentang udah malam." balas Narae pada kedua sejoli itu.

" Iya kak. Tenang aja," balas Seokwoo. Ia melepaskan jasnya dan memberikannya pada Eunhyun. " biar kamu gak kedinginan."


Eunhyun merasakan wajahnya memanas. Ia dapat mencium aroma parfum yang biasanya digunakan kekasihnya itu. Sementara itu, Narae dan Mina tidak dapat menahan senyum mereka melihat pasangan itu.


" Manisnyaaa." ujar Mina yang membuat wajah Eunhyun semakin memerah. " Seokwoo-ya, kalo Eunhyunnya galak, kakak siap nerima kamu kok."

Seokwoo tertawa. " Kak Minaa!." ujar Eunhyun merajuk.

" hehe. bercanda." balas Mina.

Seokwoo tersenyum pada Mina dan Narae. " kita duluan ya kak."

.
.
.
.
.


" tadi ngobrol apa sama kak Narae sama kak Mina?." tanya Seokwoo saat ia dan Eunhyun sudah dalam perjalanan pulang. " Ngobrolin aku jangan-jangan?."

" eh? Jangan kepedean deh." Eunhyun mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

" Kalo reaksi kamu begitu berarti dugaanku benar."

Eunhyun mendelik kesal. Sebegitu mudahnya kah reaksinya dibaca oleh sang kekasih?. " kalo iya terus kenapa?."

" ya. gak apa-apa. penasaran aja kenapa kak Mina bilang begitu." ujar Seokwoo dan kembali fokus pada jalanan di depannya.


Eunhyun menghela nafas sebelum menceritakan apa yang ia bicarakan dengan kakak ipar dan calon kakak iparnya itu. Tidak ada yang ia lebih-lebihkan ataupun ia kurang-kurangkan. Wajahnya mengerut tidak senang saat mengingat ucapan Mina pada Seokwoo. Sementara laki-laki yang sedang sibuk menyetir itu tertawa.


" Iya, ketawa aja silahkan." ujar gadis itu kesal.

" Eiii, ada yang cemburu." Seokwoo mencubit pipi Eunhyun gemas. " tenang aja, aku cuma bakal jadi stylist pribadi kamu doang kok." Ia menatap Eunhyun sebentar dan mengacak rambut gadis itu sayang sebelum kembali fokus menyetir.

Eunhyun menunduk menutupi wajahnya yang memerah malu. " iya, aku tau." gumamnya.

--

Kim Seokwoo itu paket lengkap! Tinggi, ganteng, pinter masak, bisa bantuin dandan juga :3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sayangnya tidak bisa dimiliki :''''')
.
.
.
.
adegan yang lipstick itu dari Lipstick Prince episode 5 yang ada Boranya. dan dari situlah kebaperan atas manusia bernama Kim Seokwoo di mulai :''''''') 
dan interaksi Rowoon-Bora itu lucu :3

1 komentar: